Pada hari kesebelas keikutsertaan saya dalam kompetisi blog #15Hariceritaenergi yang diadakan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saya akan membahas tentang teknologi Smart-Grid dan pengembangannya di Indonesia. Smart-Grid dalam bahasa Indonesia sering disebutkan sebagai Jaringan Listrik Pintar (LPR) hal itu merujuk kepada pengertian Smart-Grid sendiri. Adapun pada tulisan kali ini, perihal yang dibahas akan seputar apa itu Smart-Grid, manfaatnya, proses penerapannya, negara-negara percontohan dan proyek yang sedang dikembangkan di Indonesia yang dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan Smart-grid.

Apa itu Smart-Grid? Smart grid adalah jaringan listrik pintar yang mampu mengintegrasikan aksi-aksi atau kegiatan dari semua pengguna, mulai dari pembangkit sampai ke konsumen dengan tujuan agar efisien, berkelanjutan, ekonomis dan suply listrik yang aman (IEC, 2010). Selain itu, menurut Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Smart-Grid adalah jaringan listrik cerdas yang mampu mengintegrasikan aksi-aksi atau kegiatan dari semua pengguna, mulai dari pembangkit sampai ke konsumen dengan tujuan agar lebih efisien, berkelanjutan, ekonomis dan suplai listrik yang aman.

Selama ini pengelolaan energi listrik yang kita kenal hanya berlandaskan pada satu arah saja, dalam artian suplai listrik hanya didapat dari Pembangkit Listrik Negara (PLN) yang diteruskan ke rumah-rumah. Dengan teknologi Smart-Grid ini, pengelolaan listrik dapat berjalan dua arah yang mana pemilik rumah dapat mengontrol penggunaan energi listrik mereka dan nantinya apabila terdapat surplus dari energi listrik maka dapat dijual kepada PLN. Lalu dari mana rumah mendapat pasokan listrik sendiri? mungkin itu pertanyaan kemudian yang muncul. Pengelolaan Smart-Grid sendiri memang lebih diperuntukkan pada rumah yang mempunyai pembangkit energi listrik sendiri seperti yang jamak ditemukan di rumah-rumah modern umumnya. Penggunaan teknologi ini, nantinya dapat dipadukan dengan suplai energi dari PLN.

Selain itu, Smart-Grid nantinya juga dapat mengontrol pengeluaran atas daya listrik yang dihasilkan setiap hari. Hal itu dikarenakan Smart grid memiliki empat komponen utama yaitu pembangkit, kontrol, komunikasi, dan aplikasi. Hal itu nantinya akan dapat menghemat penggunaan listrik di rumah-rumah. Seperti yang telah dijelaskan pada video di atas, Smart Grid nantinya akan dapat berperan sebagai teknologi sensor dan pengukuran secara real-time atas produk elektronik yang kita gunakan sehari-hari. Nantinya juga akan dapat terkoneksi dengan ponsel pintar untuk penggunaan yang lebih praktis.

Dengan membaca potensi tersebut, tentu ini merupakan sebuah angin segar dalam pengoptimalan potensi energi bersih di kota-kota maju yang memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi. Selain itu, penggunaan energi nantinya dapat lebih efisiensi dalam pengelolaan skala rumahan karena dapat diketahui melalui aplikasi yang terkoneksi secara wireless.

Dari sektor ekonomi, mungkin awalnya akan mengeluarkan budget yang cukup lumayan karena harus membeli transmisi atau pemasangannya, tetapi itu akan terbayarkan saat tarif listrik per bulan yang akan mulai menurun dibandingkan tidak menggunakan teknologi Smart-Grid. Tak sampai di situ, dikarenakan teknologi yang digunakan adalah teknologi ramah lingkungan atau energi bersih, tentu juga secara tidak langsung dapat menurunkan laju emisi gas rumah kaca.

Penerapan di Negara Maju

Beberapa negara memang telah merespon teknologi Smart-Grid ini degan cukup cepat. Jerman adalah salah satu negara dengan model Smart-Grid yang sangat sukses. Dilansir Energydigital.com pada 13 Juni 2011, disebutkan bahwa Jerman adalah pionir dari penerapan Smart-Grid lewat Model City of Mannheim’ (MoMa) Project atau program “Model Kota Mannheim”. Dari program tersebut, setiap rumah serta industri perkantoran di Kota Mannheim akan terintegrasi dengan pasokan energi listrik yang ramah lingkungan dan setiap orang dapat melihat secara langsung mengatur pengeluaran energi listrik. Hal tersebut pula yang menjadikan Kota Mannheim sebagai salah satu kota pintar atau Smart-City yang cukup populer. Pada 2014, kota ini terpilih menjadi kota Smart-City terbaik dari The New Economy.

Selain di Jerman, banyak negara-negara telah menerapkan teknologi ini, seperti Amerika Serikat sejak tahun 2007 melalui Federal of Energy , Kanada sejak tahun 2009 dengan mengoptimalkan potensi solar sel, negara-negara di eropa pada 2011 dan tak ketiggalan negara-negara asia maju seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Pengembangan teknologi Smart-Grid ini memang telah lumrah di banyak negara dan setiap waktunya berpacu untuk menjadi yang terdepan. Salah satunya adalah Korea Selatan. Dikutip dari The Guardian, setidaknya terdapat enam hal utama dalam pengembangan Smart-Grid ini yaitu Smart power, Smart service, Smart place, Smart transport, dan Smart renewables.

Bagaimana di Indonesia

Di Indonesia sendiri pengembangan teknologi Smart-Grid juga telah diterapkan di Sumbawa Barat sejak tahun 2012 dengan pengembangan yang dilakukan oleh Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selain Sumbawa Barat, Daerah percontohan lainnya juga terdapat di Bali. Pada 2016, area kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mulai berbenah dengan penggunaan Smart-Grid melalui energi surya. Dalam pengembangannya, setelah perkantoran Pemprov Bali nanti akan dikembangkan di daerah Bali lainnya secara bertahap. PLN juga telah memberikan lampu hijau untuk membantu program ini terlaksana.

Selain kota tersebut, kota-kota metropolitan di Indonesia juga sangat potensial untuk dikembangkannya teknologi ini seperti di Bandung, Jakarta, Surabaya dan juga Medan.

Dalam salah satu forum ekonomi dunia pada tahun 2010, disampaikan bahwa penerapan Smart-Grid ini dapat menekan laju emeisi karbon sebesar 25 persen di negara-negara yang menggunakannya. Hal itu sama saja dengan jumlah emisi karbon yang dihasilkan oleh 130 Juta mobil pada umumnya. Tentulah, pengembangan konsep teknologi Smart-Grid ini dapat dikembangkan di kota-kota maju di Indonesia karena dampak positif yang begitu banyaknya, terlebih dengan jumlah penduduk yang semakin tinggi, penerapan konsep ini dapat dijadikan sebagai batu pijakan untuk menyongsong energi bersih di masa yang akan datang.

Sumber : https://medium.com/@alfinfadhilah/menyongsong-perkembangan-teknologi-smart-grid-1efa23f63c0e

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *