KWh Meter Analog

KWh meter analog terdiri dari beberapa komponen utama yakni alat penyetel, kumparan tegangan, magnet pemanen, piringan, terminal, dan beberapa komponen elktronika kecil yang bisa Anda lihat di bawah ini. Yuk kita bahas element-element elektronika ini satu persatu.

Yuk kita bahas element penggerak KWh meter ini. Elemen penggerak sendiri terdiri dari kumparan untuk arus dan tegangan. Nah jika ada arus yang melewati kumparan ini, akan muncul fluks magnet.

Di atas element penggerak ini, Anda bisa menemukan element putar yang terdiri atas piringan berbahan konduktor dengan lekukan dan lubang-lubang kecil. Element putar ini berputar pada poros dengan dua bantalan yang bisa diatur, dan terdapat roda gigi disana.

Setelah itu terdapat pula element pengerem yang terdiri dari magnet permanen dan posisinya mengapit piringan. Terakhir ada element penghitung yang Anda lihat sebagai angka-angka di meteran listrik Anda.

Selain dari element-element tersebut, ada alat yang disebut terminal serta alat penyetel di meteran listrik. Terminal terdiri atas terminal arus dan tegangan. Sementara alat penyetel terdiri dari penyetel beban rendah, beban kosong, kesetimbangan beban.

Nah putaran element piringan meteran listrikmu inilah yang kemudian akan memutar roda gigi sekaligus. Akibatnya roda gigi secara perlahan akan memberikan informasi mengenai listrik yang telah Anda pakai.


KWh Meter Digital

Nah kalau KWh meter analog bekerja dengan prinsip induksi kumparan, lain halnya dengan KWh meter digital yang bekerja dengan prinsip digital tentunya. KWh meter akan bekerja berdasarkan pemrograman yang telah “dimasukkan” ke dalam mikroprosesornya.

KWh meter digital layaknya KWh meter analog akan menerima input berupa sinyal analog tegangan. Hanya saja melalui alat ini, sinyal input analog tersebut akan dikonversi menjadi sinyal digital secara berkala.

Pada KWh meter digital Anda bisa menemukan label informasi daya listrik Anda, indikator LED, indikator kontraktor, segel metrology, LCD untuk pengisian token, serta keypad karet yang bisa Anda gunakan setiap kali ingin memasukkan token pulsa listrik prabayar ini.

Kesimpulannya baik meteran listrik digital ataupun analog, keduanya memiliki prinsip input yang sama. Hanya saja meteran listrik digital akan mengonversi sinyal analog tersebut menjadi digital untuk kemudian ditampilkan di layar.

Namun meski secara prinsip kerja mereka sama, terdapat perbedaan prinsip penggunaan yang cukup mencolok. Apabila Anda menggunakan meteran analog, berarti Anda menggunakan listrik pascabayar. Sementara meteran digital berarti listrik prabayar.

Hal ini disebabkan karena penggunaan meteran analog tidak memberikan keleluasaan bagi PLN untuk mengendalikan listrik di rumah Anda. Meteran ini murni berfungsi untuk mencatat penggunaan daya listrik di rumah Anda.

Sementara pada penggunaan meteran listrik digital, Anda diharuskan untuk membeli “pulsa” untuk ditabung sebagai daya listrik. Karena sifatnya digital, secara sederhana bisa dikatakan bahwa meteran listrik ini lebih pintar.

Dengan sistem yang lebih pintar inilah kemudian meteran listrik digital ini mampu mendeteksi “tabungan” pulsa Anda, dan secara serta merta memutus arus listrik apabila tabungan pulsa Anda sudah habis dipakai seluruhnya.

Sumber : https://www.sepulsa.com/blog/ini-cara-kerja-kwh-meter-dirumah-anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *